Setelah sebelumnya kita bersama membahas
mengenai sejarah dan perkembangan komputer berbentuk PC Desktop kini penulis
mencoba membahas mengenai sejarah dan perkembangan Mobile Computer atau biasa kita dengar dengan sebutan handphone atau lebih canggih lagi kita
sebut smartphone atau telepon
genggam. Kenapa handphone dapat juga
disebut sebagai komputer, karna handphone
juga dapat dikategorikan sebagai komputer. Saat ini fungsi handphone hampir sama fungsinya dengan komputer bahkan banyak orang
lebih menyukai handphone untuk
menunjang pekerjaan dan aktifitasnya ketimbang komputer yang mungkin ukurannya
kurang nyaman untuk dibawa.
Seiring berjalannya waktu Mobile Computer/handphone/smartphone
memiliki spesifikasi (jeroan)
yang tidak kalah bersaing dengan komputer desktop, dimana tuntutan pertumbuhan
pengguna perangkat ini sangat pesat diseluruh dunia. Hal tersebut mendorong
para vendor untuk berlomba-lomba mengembangkan dan menciptakan sebuah perangkat
mobile device dengan spesifikasi
tinggi dan tentunya dengan harga yang harus sangan terjangkau (hehehehehehe).
Tidak bisa dipungkiri juga pertumbuhan
kecepatan jaringan komputer menjadi faktor yang juga mendominasi pertumbuhan
penggunaan perangkat mobile device,
bayangkan jika perangkat mobile dengan spesifikasi tinggi yang dapat menunjang
berbagai macam aplikasi di computer
mobile tidak dapat tampil dengan optimal dihapadan brainware-nya (beuh, berat
yaa. hehehehe) karna kecepatan jaringan komputer yang sayang lambat sekali,
pasti orang-orang akan malas mengeluarkan koceknya untuk membeli perangkat
tersebut. Karna sejatinya perangkat mobile
computer ini diciptakan untuk saling menghubungkan para penggunanya satu
sama lain.
Tulisan pada artikel diatas adalah sedikit
pembuka dari penulis tentang pemanfaatan mobile
computer, berikut ini penulis coba hadirkan sejarah dan perkembangan Mobile Computer karna masa lalu adalah
pondasi untuk hal yang didapatkan hari ini (beugh,
berattt. heheheeh) yang tentunya
penulis kutip juga dari wikipedia.org. Selamat membaca
Sejarah
Ponsel cerdas
pertama dinamakan Simon;
dirancang oleh IBM
pada 1992 dan dipamerkan sebagai produk konsep tahun itu di COMDEX, sebuah
pameran komputer di Las Vegas, Nevada. Ponsel cerdas tersebut dipasarkan ke publik pada tahun
1993 dan dijual oleh BellSouth. Tidak hanya menjadi
sebuah telepon genggam, ponsel cerdas tersebut juga memiliki kalender, buku
telepon, jam dunia, tempat pencatat, surel, kemampuan mengirim dan menerima faks dan
permainan. Telepon canggih tersebut tidak mempunyai tombol-tombol. Melainkan
para pengguna menggunakan layar sentuh untuk memilih nomor telepon dengan jari
atau membuat faksimile dan memo dengan tongkat stylus. Teks dimasukkan dengan
papan ketik “prediksi” yang unik di layar. Bagi standar masa kini, Simon
merupakan produk tingkat rendah, tetapi fitur-fiturnya pada saat itu sangatlah
canggih.
Nokia Communicator merupakan ponsel cerdas
pertama Nokia, dimulai
dengan Nokia 9000, pada tahun 1996. Ponsel cerdas yang serupa dengan komputer
tangan yang unik ini adalah hasil dari usaha penggabungan model PDA buatan Hewlett
Packard yang sukses dan mahal dengan telepon Nokia yang laris pada waktu
itu. Nokia 9210 merupakan komunikator berlayar warna pertama dan juga merupakan
ponsel cerdas sejati yang menggunakan sistem operasi. Komunikator 9500 menjadi
komunikator berkamera dan ber-WiFi pertama. Komunikator 9300 memiliki perubahan dalam bentuk
yang lebih kecil dan komunikator yang terbaru E90 menyertakan GPS. Meskipun Nokia 9210
dapat diargumentasikan sebagai ponsel cerdas sejati pertama dengan sistem
operasi, Nokia tetap menyebutnya sebagai komunikator.
Ericsson R380
dahulu terjual sebagai ‘ponsel cerdas’ tetapi tidak bisa menjalankan aplikasi
pihak ketiga.
Pada Oktober
2001, Handspring mengeluarkan ponsel
cerdas Palm OS Treo, dengan papan ketik penuh digabung dengan jelajah jejaring
tanpa kabel, surel, kalender, dan pengatur daftar nama, dengan aplikasi pihak
ketiga yang dapat diunduh atau diselaraskan dengan komputer.
Tahun 2002, RIM mengeluakan BlackBerry
pertama yang merupakan ponsel cerdas pertama dengan penggunaan surel nirkabel
yang optimal dan penggunanya telah mencapai 8 juta (sampai Juni 2007), tiga
perempat pemakainya berada di Amerika
Selatan.
Handspring
menyajikan ponsel cerdas yang popular dipasaran Amerika dengan bergabung dengan
Palm OS berbasis Visor PDA dengan jaringan telepon GSM, VisorPhone. Tahun 2002,
Handspring menjual ponsel cerdas terintegasi bernama Treo; perusahaan ini
bergabung karena penjualan PDA sudah mulai mati, tetapi ponsel cerdas Treo
secara cepat menjadi populer sebagai telepon berfitur PDA. Pada tahun yang
sama, Microsoft
mengumumkan Windows CE komputer kantong OS dinobatkan sebagai
"Microsoft Windows
Powered Smartphone 2002".
Pada tahun
2005 Nokia menerbitkan seri-N ponsel cerdas 3G yang dijual bukan sebagai
telepon genggam tetapi sebagai komputer multimedia.
Android, OS
untuk ponsel cerdas keluaran tahun 2008. Android didukung oleh Google, bersama
pengusaha piranti keras dan lunak yang terkemuka lainnya seperti Intel, HTC, ARM, Motorola dan eBay, yang kemudian
membentuk Open Handset Alliance.
Telepon
pertama yang menggunakan Android OS adalah HTC Dream,
merk keluran dari T-Mobile sebagai G1. Fitur telepon penuh, layar sentuh secara utuh, papan ketik
QWERTY, dan bola jalur untuk menavigasikan halaman web. Piranti lunak cocok
dengan aplikasi Google, seperti Maps, Calendar, dan Gmail, juga Google's Chrome
Lite. Aplikasi pihak ketiga juga tersedia lewat Android Market, ada yang gratis
ataupun dengan biaya.
Pada Juli
2008 Apple
memperkenalkan App Store dengan aplikasi gratis
dan dengan biaya. App store dapat menyampaikan aplikasi ponsel cerdas yang
dikembangkan oleh pihak ketiga langsung dari iPhone atau iPod Touch
dengan WiFi atau jaringan selular tanpa menggunakan komputer untuk mengunduh.
App Store telah menjadi suatu kesuksesan bagi Apple dan pada Juni 2009 terdapat
lebih dari 50,000 aplikasi yang ada. App store menembus satu juta unduh
aplikasi pada 23 April 2009.
Mengikuti
popularitas App Store dari Apple, banyak yang membuat toko aplikasinya sendiri.
Palm, Microsoft dan Nokia telah mengumumkan toko aplikasi yang mirip milik
Apple. RIM juga baru-baru ini membuat toko aplikasinya yaitu BlackBerry App World.
Sama
halnya dengan komputer desktop, Komputer bergerakpun memiliki sistem oprasi
didalamnya yang difungsikan untuk mengelola program aplikasi. Sistem operasi yang dapat ditemukan
di ponsel cerdas adalah Symbian OS,
iOS, RIM BlackBerry, Windows
Mobile, Linux,
Palm, WebOS dan Android. Android dan WebOS dibuat oleh Linux, dan iOS dibuat oleh BSD dan sistem operasi NeXTSTEP berhubungan dengan Unix.
Bagaimana perkembangannya di Indonesia??
Perkembangan pasar ponsel cerdas dunia yang begitu pesat akhir-akhir ini,
tidak terkecuali dengan Indonesia. Banjir ponsel cerdas dan tablet
sudah mulai terasa. Derasnya permintaan pasar terhadap ponsel cerdas ini,
khususnya yang menggunakan sistem operasi Android membuat
para produsen semakin giat untuk berinovasi dan menggempur pasar ponsel
Indonesia dengan berbagai produk. Para produsen ponsel cerdas pun mulai datang
dari produsen lokal seperti Polytron dan Axioo. Mereka menyadari betapa besarnya pangsa
pasar ponsel cerdas di Indonesia.
Ponsel cerdas di Indonesia sendiri memiliki segmentasi yang secara umum
bisa dikelompokkan menjadi 3 kelas berdasarkan level harga dan spesifikasinya,
yaitu:
- Ponsel cerdas kelas atas (high-end)
- Ponsel cerdas kelas menengah (middle level)
- Ponsel cerdas kelas bawah (entry level)
Ponsel cerdas kelas atas merupakan ponsel cerdas yang memiliki spesifikasi perangkat
keras yang sangat tinggi. Ponsel ini biasanya dilengkapi dengan fitur-fitur
unggulan yang membuatnya sangat menonjol dan lengkap dalam pengoperasiannya.
Selain dari sisi prosesor, memori, GPU,
ukuran layar, jenis layar, dan kamera, ponsel cerdas kelas atas ini biasanya memiliki desain
yang premium.
Beberapa vendor ponsel cerdas yang bermain di level ini di antaranya:
- Apple dengan produk andalannya iPhone
- Samsung dengan jajaran seri ponsel cerdas Galaxy S dan Galaxy Note
- HTC dengan seri HTC One
- LG dengan seri Optimus G dan L9
- Nokia dengan seri Lumia 9XX
- Blackberry dengan seri Qxx
Harga dari ponsel cerdas kelas atas ini bisa berkisar antara 4 juta hingga
10 juta rupiah. Harga ponsel cerdas yang memang cukup mahal ini biasanya memang
memiliki fitur-fitur unggulan selain itu juga lebih terkesan bergengsi.
Ponsel cerdas kelas menengah biasanya menyasar target pasar yang
menginginkan ponsel cerdas canggih namun dengan harga dan spesifikasi yang
lebih rendah. Level ini cukup banyak peminatnya, khususnya di Indonesia. Para
pemainnya juga semakin banyak, karena produsen lokal ikut bermain di segmen
ini. Sebut saja Samsung,
Acer, LG, Nokia, Polytron, Lenovo, Asus, Blackberry,&
sebagian ponsel cerdas Sony.
Ponsel cerdas kelas entry level juga semakin banyak peminatnya di
Indonesia. Sebagian besar porsi untuk ponsel cerdas entry level ini
dikuasai oleh Android, karena mampu menghadirkan pengalaman ponsel cerdas dalam
harga yang sangat terjangkau. Di Indonesia sendiri ponsel cerdas entry level
ini sudah bisa diperoleh dari harga 500 ribu rupiah hingga berkisar 1 juta
rupiah. Pilihannya pun semakin banyak dan spesifikasi yang ditawarkan juga tidak
terlalu buruk. Mungkin ponsel cerdas kelas bisa menjadi pilihan awal bagi para
pengguna telepon genggam yang masih awam dengan ponsel cerdas dan ingin mencoba
belajar dulu.
Demikian pembahasan mengenai komputer bergerak atau biasa disebut mobile computer atau handphone atau smartphone. Semoga bermanfaat bagi penulis dan para sahabat pembaca
semua.

0 komentar:
Posting Komentar